ANKARA – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan melemparkan kecaman atas pengesahan undang-undang negara-bangsa Yahudi oleh Israel. Erdogan menyebut Israel sebagai negara fasis dan juga rasis.

“Peraturan ini adalah bukti, bahwa tanpa diragukan lagi, Israel adalah negara paling zionis, fasis dan rasis di dunia,” kata Erdogan saat berbicara di depan anggota Partai AK, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (24/7).

“Saya menyerukan kepada dunia Islam, dunia Kristen, semua negara demokratis dan juga liberal, organisasi non-pemerintah, anggota media untuk bergerak melawan kebijakan Israel,” sambungnya.

Sebelumnya, kecaman serupa juga disampaikan oleh Indonesia. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyebut keputusan itu sudah mengesampingkan hak-hak warga Palestina yang tinggal di Israel.

Berbicara saat menyampaikan pernyataan pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah di Jakarta, kemarin, Retno menyatakan pengesahan undang-undang itu juga mengancam proses perdamaian kedua negara.

“Saya ingin menggarisbawahi pernyataan mengenai Jewish Nation-State Law pada tanggal 19 lalu oleh Parlemen Israel. Disahkannya undang-undang tersebut telah menafikan hak-hak orang Palestina di Israel dan mengancam penyelesaian konflik berdasarkan solusi dua negara,” kata Retno.

undang-undang itu sendiri telah memicu kecaman dan kemarahan di Israel, Palestina dan kelompok-kelompok Yahudi termasuk yang berada di Amerika Serikat.

Tamar Zandberg, Ketua Partai Meretz, yang merupakan partai sayap kiri di Israel, menggambarkan undang-undang baru itu sebagai sesuatu yang memalukan dan telah mencoreng wajah Israel.

Pemimpin oposisi, Isaac Herzog, menyatakan bahwa disahkannya undang-undang itu merupakan hal yang menyedihkan. “Sejarah hanya akan menentukan apakah undang-undang itu akan menguntungkan Israel atau tidak.

Facebook Comments