Si kembar AL (22) pelaku penipuan bermodus investasi bodong yang diamankan Polres Aceh Tengah di Takengon, Selasa (11/6). Dok : Ist

AcehOKE.com, Takengon — Kepolisian Resor Aceh Tengah mengamankan gadis kembar yang diduga kuat telah melakukan penipuan dan penggelapan. Tak tanggung-tanggung, si kembar berhasil ‘memangsa’ puluhan korban dari kegiatan penipuan berbalut investasi bodong yang dilancarkannya.

Pelaku yang diamankan yakni berinisial AL (22), ditangkap aparat kepolisian pada Selasa, 11 Juni 2019 sekira pukul 15:00 Wib di Kecamatan Ketol.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Hairajadi melalui Kasatreskrim Iptu Agus Riwayantodi Putra menyebut pihaknya menindaklanjuti perkara penipuan itu berdasarkan laporan polisi nomor LPB/44/V/2019/SPKT tanggal 10 Mei 2019.

“Kejadian penipuan dan penggelapan ini terjadi pada 29 Maret 2019. Setelah kami telusuri bukan satu orang yang telah tertipu. Sedikitnya ada 40 orang di Kabupaten Aceh Tengah telah menjadi korban penipuan ini. Dan jumlah itu bisa bertambah jika korban lainya mengetahui pelaku telah kita amankan” jelas Agus melalui sambungan selularnya, Rabu (12/6) di Takengon.

Terkait kronologis jelas Agus, sebelumnya AL menghubungi pelapor (korban) melalui telpon dan mengajak korban bekerjasama melalui perjanjian keuntungan. Jika jumlah uang yang ‘diinvestasikan’ Rp1 juta, maka pelapor akan mendapat keuntungan senilai Rp500 ribu.

“Saat itu pelapor merasa tertarik dan percaya dengan kata-kata terlapor. Sehingga pelapor langsung mentransfer melalui BRI Link beberapa kali dengan jumlah total pengiriman Rp8 juta ke rekening terlapor. Namun terlapor tak menepati janjinya” jelas Kasatreskrim.

Hingga saat ini kata Agus, terlapor belum menepati janjinya menyelesaikan perjanjian sebelumnya yang telah diiming-imingi kepada pelapor. “Bukan hanya kepada pelapor, melainkan seluruh korban yang telah ia janjikan keuntungan dalam berinvestasi, sebahagiannya menjadi korban” ujarnya.

Atas perbuatanya itu wanita kembar tersebut kini telah diamankan di Polres Aceh Tengah untuk dimintai keterangan. Keduanya dijerat dengan pasal 371 Jo 378  tentang penipuan dan penggelapan.

Pihak kepolisian menghimbau kepada seluruh masyarakat Aceh tengah untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya terhadap ajakan yang menggiurkan dari seseorang yang tidak dikenal. Lantaran tindak pidana penipuan saat ini semakin berkembang sejalan dengan perkembangan zaman.

“Cek kebenaran dan legalitasnya terlebih dahulu, jangan langsung percaya,” tutup Agus. (Karmiadi)

Facebook Comments