Sigli- Penangkapan mantan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga yaitu Arifin Ahmad oleh tim Kejaksaan Negeri Pidie dan kerjasama dengan pihak Polisi di Desa Teungoh Kemukiman Paloh Drin, kejadian pada jam 12.30 siang. Rabu 18 September 2019.

Sempat dimasukkan daftar pencarian orang (DPO) dari semenjak tanggal 30 November 2018 tahun lalu, yang berdasarkan hasil dari pemeriksaan BPKP Aceh, adannya kerugian negara sejumlah Rp. 1.186.024.000 total anggaran yang bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus) 2017 dengan nilai Rp. 2.389.819.000 seluruhnya.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie, Efendi saat konfrensi pers dikantornya pada Rabu 18/09/2019, mengatakan mulai tercium keberadaan tersangka Arifin oleh tim Kajari Pidie dan polisi yang lagi berada dirumahnya Gampong Teungoh Drien, Kecamatan Padang Tiji. Kabupaten Pidie dan berhasil diringkus. Ujarnya kepada wartawan.

Pihak Kajari Pidie, jelasnya Efendi saat melakukan penangkapan, istri tersangka Arifin sengaja menutup pintu agar pihak berwenang tidak bisa masuk kerumahnya. Lalu dengan berlahan-lahan akhirnya pada pukul 12.30 tersangka berhasil dibawa ke kantor Kajari Pidie, tersangka kita periksa dulu karena sudah lama menghilang.

Tersangka Arifin diperiksa dulu kondisi kesehatannya. Setelah selesai nanti baru kita bawa ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Efendi Kajari Pidie menghimbau kepada tersangka Ibrahim Nyakmad agar segera menyerahkan diri, karena Arifin sudah ditangkap. Kalau peringatan ini tidak di dengar maka pihak kami akan mencari kemana pun dia melarikan diri.

Proses penangkapan tersangka cukup melelahkan. Apalagi pemburuan tersangka hampir satu tahun dan kini baru bisa tertangkap, tinggal satu lagi tersangka Ibrahim Nyak Mad tetap kita cari, mereka terlibat korupsi pembangunan lapangan di Indra Jaya. Tegas Kajari Pidie, Efendi.SH. (Saumi).

Facebook Comments